Selasa, 03 Desember 2019

MEDIA VISUAL NON-PROYEKSI DAN PROYEKSI PEMBELAJARAN


MEDIA VISUAL NON-PROYEKSI
DAN  PROYEKSI  PEMBELAJARAN



Mata Kuliah
Manajemen Sumber-Sumber Belajar



Oleh Kelompok 3:
MUHAMMAD NUZLI
ZARGAWI


PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI
TAHUN 2010



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran. Sehingga para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, yang tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien meskipun sederhana dan bersahaja, tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Di samping untuk mencapai tujuan pembelajaran guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media. Salah satu diantaranya adalah dalam membuat media visual non proyeksi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Rayandra bahwa “media visual non-proyeksi merupakan jenis media yang sering digunakan dalam pembelajaran”[1].
Kemudian guru juga dituntut untuk dapat menggunakan alat-alat yang tersedia di sekolah, untuk itu guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pembelajaran. Alat-alat yang tersedia di sekolah antaranya merupakan proyeksi pembelajaran.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam tulisan yang singkat ini akan dikemukakan hal-hal yang berkaitan dengan “Media Visual Non-Proyeksi dan Proyeksi Pembelajaran”.
B.    Pokok Permasalahan
Dari latar belakang yang dikemukakan di atas, yang menjadi pokok permasalahannya adalah sebagai berikut:
  1. 1.    Bagaimanakah media visual non proyeksi?
  2. 2.     Bagaimana media proyeksi pembelajaran?




C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini tentulah tidak terlepas dari pokok permasalahan yang diajukan, berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi tujuan penulisan ini adalah:
  1.       Untuk memahami tentang media visual non-proyeksi,
  2.           Untuk memahami tentang media proyeksi pembelajaran.





BAB II
Media Non-Proyeksi dan Proyeksi Pembelajaran
A.    Media Visual Non-Proyeksi
  1. 1.     Pengertian

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harpiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’[2]. Sementara media visual merupakan jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indra penglihatan mata, sehingga belajar yang diterima peserta didik sangat tergantung kepada kemampuan penglihatan[3]. Secara garis besar, unsur-unsur yang terdapat pada media visual itu terdiri dari garis, bentuk, warna, arsitektur.
Sementara itu media visual non proyeksi dapat menterjemahkan ide yang abstrak menjadi lebih yang realistik. Memungkinkan pembelajaran berpindah dari tingkatan simbol-simbol verbal menuju tingkatan yang lebih nyata berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale. Media visual non proyeksi mudah digunakan karena tidak memerlukan banyak kelengkapan, relatif tidak mahal. Media visual non-proyeksi dapat pula digunakan dalam berbagai tingkatan pendidikan dan dalam berbagai disiplin ilmu.
  1. 2.     Jenis

Adapun jenis-jenis media visaul non-proyeksi sebagaimana dikemukakan oleh Rayandra diantaranya adalah gambar diam (termasuk gambar sketsa, diagram, charta, grafik, poster dan kartun.[4]
a.     Gambar
Gambar merupakan hasil fotografi atau lukisan yang menggambarkan orang, tempat dan benda dalam berbagai variasi. Gambar secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu sketsa, lukisan dan foto.
1)    Sketsa
Sketsa bisa disebut juga gambar garis (stick figure) yakni gambar sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian pokoksuatu objek tanpa detail[5]. Sebagai contoh sketsa dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Sketsa.bmpSketsa5.bmpSketsa2.bmp Sketsa7.bmp
Contoh Gambar Sketsa
2)    Lukisan
Lukisan adalah gambar hasil representasi simbolis dan artistik seseorang tentang suatu obyek atau situasi. Lukisan merupakan jenis media yang relatif mudah dibuat oleh para pendidik dengan menggunakan peralatan sederhana[6] sebagai contoh gambar lukisan sebagai berikut:
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS0l3oxEdnlfrgnlNkZBE_PfIZko8gBC6lbdJSzGQIdEm0ZjHTPPbcpnBXvhttp://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTzO8prnzB9bKWnZJ4zUC9nRrwdj2erMB7erS51oh9V___SQwRtQg
Contoh Gambar Lukisan
3)    Foto
Foto adalah hasil pemotretan atau fotografi[7]. Sebagai contoh gambar foto sebagai berikut:


http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS8mD7_HUSQB6B0-R4wXnHNjRNTfA_7LINbugVmM7J0r9Pda2FvSghttp://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSSYuD_PNMN4ngigaROQYUdf_1xK5ACSrdxZgWkEqCz2rmAe-I9IA
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ5PQfw8CJPSZK2Bl8NQT0B_rpmNu_Hvvx8QeRZuCIei6hRRzReJiriImj2EQ
Contoh Gambar foto
Beberapa kelebihan media foto sebagaimana dikemukakan oleh Arief yaitu:
1)    Sifatnya konkret, gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata,
2)    Gambar dapat mengatasi batas ruang dan waktu,
3)    Gambar media/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita,
4)    Foto dapat memperjelas suatu masalah,
5)    Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa mempergunakan peralatan khusus.[8]
Sementara itu Arief juga mengemukakan kelemahan dari media foto adalah:
1)    Gambar/foto hanya menenkankan persepsi indera mata,
2)    Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran,
3)    Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar[9].
b.     Grafik
Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk yang menarik dan mudah dimengerti[10]. Senada dengan hal tersebut Arief mengemukakan bahwa grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar[11].
Ada empat jenis/macam grafik yakni:
1)    Grafik garis (line graphs),
2)    Grafik batang(bargraphs),
3)    Grafik lingkaran (circle atau pie graphs),
4)    Grafik gambar(pictorial graphs)
Sebagai contohnya dapat dilihat pada gambar berikut.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRphd_7sWCP-XSLOuMQ7jwNHltWshU5vnqFCS24_eX8F0Mrdmx0http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT0XUWiV63Mgrji3xiveQfwODzj_Mic-Z0pmUoT-7bDwA_Y0oz_
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK0yNPdMywLsxzptkuMWuT7mPv0G3vJYRrEtz3cZl72NDYQWy7http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTe5zYScAsjQaY-1NkXluIsoE-gGseDox88QKmA5vmzI-ySvUWs
Contoh Grafik Garis, Grafik Batang, Grafik Lingkaran, dan Grafik Gambar
c.     Poster
Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok, dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang yang lewat[12]. Dalam budaya poster visual dikombinasikan dari gambar, garis, warna, dan kata-kata poster memegang peranan dalam menarik perhatian orang yang melihat pesan singkat, biasanya salah satu yang meyakinkan[13].
Sebagai contohnya dapat dilihat pada gambar berikut:
poster4.bmp
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTyUPOgSJxlIEK3rROYXWymZLAg1CVwZ9CaBiX_PsEUuPy8QwmP2K0O59qB8w
Contoh Poster
d.     Kartun
Kartun (garis –garis gambar yang jelas dari suatu bentuk nyata orang atau kejadian), mungkin bentuk visual yang paling populer dan mudah diketahui. Hal itu semua bisa muncul dalam cetakan yang bermacam-macam di media surat kabar, text book, dan rangkaian dari cerita gambar di komik yang bertujuan awalnya untuk menampilkan bentuk gambar untuk membuat kepentingan orang banyak atau politik. Banyolan dan sindiran menyertai pada kemampuan si kartunis.
Kartun sangat mudah dan cepat dibaca dan diminati anak-anak dan juga orang dewasa. Kebanyakan isinya tentang kebijaksanaan prilaku. Anda sering menggunakannya untuk membuat atau mengulangkan penekanan tujuan perintah. Apresiasi dan penterjemahan, bisa tergantung pada pengalaman dan pemahaman (penafsiran) dari si penafsir. Yakinkan karikatur gambar yang anda gunakan untuk tujuan instruksi dalam pengalaman dan jajaran intelektual siswa[14].
Untuk lebih jelasnya berikut contoh gambar kartun:
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSvwGlM54Kl2L5KOOfHx77wTM7rs4KwJZgtpevGIxwwvBVCjikLBx5M2i5F http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-orKj9Kvat2yX35o0ngghZ3HTbvaaNL6IstkFeiq0EcHFgIH-
Contoh Gambar Kartun
B.    Media Visual Proyeksi Pembelajaran
Media visual proyeksi adalah media-media visual yang bisa diproyeksi. Media-media visual proyeksi merupakan media-media yang menampilkan obyek lebih besar dari aslinya pada layar proyeksi[15].
Dalam kajian akan dikemukakan media visual proyeksi pembelajaran, antaranya adalah dokumen kamera, kamera digital, slide, overhead projector (OHP), gambar digital, gambar digital proyeksi.
1.     Dokumen Kamera (Photo Hasil Kamera)
http://unesa.info/tep/media/download/kamera.jpg
Dokumentasi hasil kamera adalah sebuah hasil photo kamera video yang dicopy, menggambar dokumen secara tajam dan menyeluruh seperti grafik dan objek kecil. Gambar dapat diproyeksikan ke dalam sebuah layar lebar di dalam ruangan atau dapat juga disiarkan melalui jarak yang jauh melalui televisi. Pembicara bisa berada di tempat yang dekat dari panggung gambar (layar) dan dapat memanipulasi material atau tulisan, seperti yang diinginkan dalam OHP, dibalik cahaya anda dapat menunjukkan transparansi atau slide. Beberapa dokumen hasil rekaman dapat digandakan dalam unit-unit yang portable dan dapat dipindahkan ke dalam ruang kelas. Dihubungkan antara rekaman kamera ke monitor televisi atau proyektor digital (CD/VCD) dalam kelas untuk pertunjukkan. Guna memberi makna kepada siswa-siswa dan akan memiliki sebuah kesamaan pandangan dari beberapa objek yang ditayangkan, atau mendapat pemahaman yang sama dari aktifitas simulasi tanpa harus banyak uraian yang tidak perlu.[16]
Di dalam pemanfaatan dokumen camera terdapat kelebihan dan keterbatasan yang dimilikinya, yaitu:
a.     Kelebihan:
1)    Tidak menghendaki pembuatan,
2)    Setiap pelajar memiliki pemahaman yang sama, mendorong pemahaman kelompok siswa untuk bekerja.
b.     Keterbatasan:
1)    Membutuhkan perangkat keras,
2)    Membutuhkan monitor (penangkap gambar) dan proyektor,
3)    Membutuhkan penataan dan pemahaman pencahayaan untuk memperoleh gambar yang bagus.[17]
2.     Kamera Digital
http://unesa.info/tep/media/download/digtal.jpg
Kamera digital dapat dihubungkan langsung ke sebuah komputer untuk melihat hasil gambar. Dapat juga gambar lain dari komputer secara langsung dihubungkan ke dalam hardisk komputer atau sebuah flash memory card yang terdapat di sisi kamera. Dalam smart card berfungsi sebagai gudang peyimpanan dengan kemampuan menyimpan yang diukur dengan megabyte. Smart card dapat menyimpan ratusan gambar dengan jumlah ratusan buah dalam satu memori card.
Gambar-gambar ini dapat digunakan dalam berbagai carayang dapat dihubungkan ke komputer untuk menunjukkan gambar ke monitor. Dapat pula dari komputer dihubungkan ke panel LCD. Disamping itu gambar sangat mudah dipindahkan kedalam jenis file yang lain.
Keunggulan camera digital dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.     Hasil gambar digital. Kelebihan utama kamera digital terletak pada kemampuanya dalam pengembangannya dalam pengaturan dan penambahan berbagai tampilan sesuai kebutuhan. Hal mana tidak ditemukan pada kamera tradisional.
b.      Kapasitas penyimpanan luas. Kamera digital dapat menyimpan hasil pengambilan gambar dalam jumlah yang besar, sampai ratusan sudut pengambilan dengan kualitas gambar yang prima.
c.     Kemampuan Zoom. Kamera digital memiliki kemampuan mengambil gambar objek yang berjarak jauh, dengan kemampuan teknologi zoom yang dimiliki gambar dapat di close-up.
d.     Mudah Penggunaanya. Kamera digital sangat mudah dioperasikan penggunaanya. Remaja dapat mengambil gambar dengan kamera digital.
Selain kelebihan, camera digital juga memiliki kelemahan, seperti:
a.     Relatif mahal. Pembelian kamera digital lebih mahal, tetapi tidak memerlukan tambahan pengeluaran untuk pembelian film seperti kamera tradisional.
b.     Mudah Pecah. Kamera digital dapat lebih mudah pecah dan rawan benturan, oleh karenanya harus secara hati-hati dalam pemakaiannya.[18]
3.     Slide
http://unesa.info/tep/media/download/prjtor.jpg
Istilah slide ditujukan untuk format kecil dari transparansi foto grafik yang dibingkai secara individual untuk satu slide pada satu waktu. Ukuran standar slide 5x5 cm (2x2 inci) termasuk dengan bingkai slide. Ketika slide 35 mm dan jenis populer lainnya dari film slide dikirim melalui proses itu dibingkai dengan cara 2x2 inc bingkainya. Keaktualan dari gambar sangat tergantung dari jenis film dan kamera.[19]
Adapun keunggulan dari slide adalah sebagai berikut
a.     Berurut
b.     Slide bisa disusun kedalam berbagai ukuran, ini sangat fleksibel penggunaannya dari film strip atau jenis urutan tertutup lainnya.
c.     Kamera otomatis
d.     Sebagai perlengkapan kelanjutan photografi yang mudah dan memperhalus, banyak pengguna amatir dapat memproduksi sendiri slide dengan kualitas yang bagus. Menunjukkan kontrol otomatis, mudah memfokus, dan film warna dengan kecepatan tinggi dapat memberikan kontribusi dalam tren ini. Photografer amatir sekarang dapat memperoleh kualitas warna slide yang bermutu tinggi.
e.     Proyektor otomatis
f.      Kumpulan fasilitas slide pada proyektor masa kini dilengkapi dengan wadah tempat slide dilengkapi dengan pemutar kecepatan yang dapat diatur. Banyak proyektor yang juga dilengkapi dengan kemudahan pengaturan slide dengan remote kontrol, yang dioperasikan sesuai kebutuhan dari depan kelas melalui kabel yang dihubungkan ke proyektor.
g.     Membangun koleksi
h.     Terdapat kemudahan yang menyeluruh penggunaan slide dengan mengumpulkan koleksi slide secara tetap untuk kegunaan pembelajaran. Guru dan pembantu instruktur sebaiknya mengumpulkan dan mendata koleksi atau melengkapi slide yang belum ada serta menyimpannya pada pusat sumber belajar.
i.      Pembelajaran individual
j.      Guru dapat menggabungkan slide ke dalam program pembelajaran individualnya. Dapat juga dikembangkan untuk kebutuhan pembelajaran kelompok dasar dan kelompok sedang inovasi. Inovasi terbaru dari perangkat keras pembuatan slide dapat dilakukan untuk kelompok kecil dan pembelajaran independen[20].
Sementara keterbatasan slide adalah
a.     Disorganisasi
b.     Oleh karena slide digunakan oleh kelompok-kelompok individual, akan sangat mudah terjadi ketidakteraturan. Bila mana mereka menyimpannya dalam nampan, jika terjadi kehilangan kunci slide dapat keluar dari jalur.
c.     Macet
d.     Bingkai slide yang terdapat dalam nampan, terbuat dari plastik dan kaca dengan ketebalan yang berbeda-beda. Standart yang kurang sama dapat menimbulkan kemacetan slide ketika dioperasikan.
e.     Mudah rusak
f.      Slide sangat mudah berdebu dan rentan tersentuh tangan, perawatan dan penanganan yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan yang permanen.
4.     overhead projector (OHP),
http://unesa.info/tep/media/download/ohp.jpg
Ciri utama OHP adalah alat yang sederhana. Hal yang mendasar dari OHP adalah sebuah kotak dengan ruang tempat penghasil cahaya yang di atasnya terdapat permukaan datar tempat meletakkan transparansi. Cahaya berasal dari sumber lampu yang berada di dalam kotak yang berada sebuah jenis cermin khusus yang berfungsi untuk memantulkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya, di atasnya terdapat lensa berukuran antara 8 sampai dengan 10 inc. Sebuah lensa dan bingkai sistem pencerminan terdapat di sebelah atas box OHP memancarkan cahaya sebesar 90 kali perbandingan dan menyorot gambar ke belakang sisi bahu kanan presenter. Jenis proyektor ini cahaya menyinar keluar melewati transparansi adalah pendukung proses pemantulan bayangan ke layar.
Adapun Keunggulan OHP adalah:
a.     Kejelasan.
b.     Sistem pencahayaan dan lampu yang efisien dapat dilakukan oleh OHP sebagai menangkap gambar, dapat juga digunakan pada ruangan dengan cahaya yang normal.
c.     Kontak pandang.
d.     Dapat dioperasikan dari depan ruangan ketika di depan audien, secara langsung mengikuti dan mendorong kontak mata langsung dari presenter.
e.     Mudah penggunaan dan pengoperasiannya.
f.      Banyak jenis danmodelnya.
g.     Dapat memanipulasi objek gambar dengan warna dan menambah catatan.
h.     Tersedia berbagai material yang dapat digunakan untuk OHP
i.      Dapat menyiapkan sendiri transparansi sesuai kebutuhan
j.      Berdampak pada sikap.
k.     Pada penggunaan OHP memiliki dampak yang positif dalam perubahan sikap dalam pertemuan bisnis. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Wharton Applied Research Center 1981 berkesimpulan:
1)    Lebih banyak individu yang mengambil keputusan untuk bertindak sebagai presenter dengan memakai OHP bila dibandingkan dengan tidak memakai OHP.
2)    Presenter yang menggunakan OHP nampak lebih siap, lebih profesional, lebih kredibel dan lebih menarik.
3)    Kelompok presenter pengguna OHP lebih kelihatan mencapai kesepakatan dalam keputusan group dari pada yang tidak memakai OHP.
Selain keunggulan OHP juga memiliki keterbatasan, yaitu:
a.     Tidak Terprogram
b.     Keefektifan OHP pada presentasi adalah ketergantungan menyeluruh pada presenter. OHP tidak dapat memprogram tampilan visual secara mandiri.
c.     Tidak dapat mengajar sendiri
d.     OHP tidak dapat melakukan pembelajaran sendiri. OHP dirancang untuk kelompok audiens yang besar. Tentunya pelajar secara individu akan dapat melihat pada transparansi dengan memperhatikan dari cahaya, kecuali itu susunan suara tidak terdapat dalam bahagian ini. Material biasanya tidak dapat melakukan pembelajaran sendiri.
e.     Membutuhkan proses produksi.
f.      Hasil cetakan dan material lainnya seperti ilustrasi majalah tidak dapat diproyeksikan langsung, begitu juga dengan hasil shoting kamera. Untuk menggunakan OHP, bahan tersebut harus dibuat terlebih dahulu dalam bentuk transparansi.
g.     Pengaruh kunci dari OHP
h.     Distorsi gambar dapat tersebar luas dengan OHP dengan sistim proyeksi. Proyektor biasanya tergantung dari fasilitas yang ditulis oleh guru dalam transparansi.[21]
5.     Gambar Digital
Gambar digital sangat mungkin dibentuk dan ditunjukkan kepada siswa melalui komputer, monitor televisi atau proyektor. Sumber penyimpanan media gambar digital diantaranya:
a.     CD-ROM (Compact Disc-Read Only Memory)
Memiliki kapasitas penyimpanan suara dalam jumlah yang besar dalam menyimpan teks dan gambar. CD-ROM adalah tempat dengan kegunaan menyimpan data yang berbentuk padat yang berbentuk tipis dan ringan dengan hanya berdiameter 12 cm. Sebuah media penyimpanan data bersifat optik yang menggunakan kumparan sinar leser sangat kecil untuk membaca ulang informasi yang ada di disket. CD-ROM berfungsi hanya untuk membaca, tidak dapat digunakan untuk merubah atau memodifikasi yang ada dalam disket. Siswa dapat terdorong dan terbantu untuk membuat tugas portofolio dalam CD-ROM. Karena kapasitas penyimpanan dan kemudahan untuk memperoleh informasi, membuat CD-ROM sangat mudah sebagai tempat penyimpanan informasi. Disket CD-ROM dapat menyimpam jenis informasi digital termasuk teks, grafik, fotografi, animasi, dan audio sangat populer di sekolah, pusat pustaka media.
b.     Photo CD
Photo compact disc menggunakan teknologi digital untuk menyimpan gambar foto. Dari kamera biasa dapat dikembangkan ke dalam CD. Guru dapat menunjukkan hasil foto dalam foto CD menggunakan pemutar foto CD khusus dalam televisi atau menggunakan komputer.
c.     DVD-ROM (Digital Video Disc-Read Only Memory)
DVD-ROM hampir sama dengan CD-ROM juga berfungsi untuk format penyimpanan data tetapi memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar. DVD-ROM adalah media ideal untuk teks, gambar visual, anemasi, memutar video dan memformat audio dengan kemampuan penyimpanan yang luas. DVD-ROM digunakan pada awal pembelajaran untuk memperoleh kesan pendidikan. Dewasa ini bagaimanapun kemampuan DVD-ROM dalam penyimpanan data yang baik/handal.
Keunggulan gambar digital adalah:
a.     Dapat dipilih secara acak
b.     Gambar digital yang tersimpan dalam disc dapat dipilih secara acak dengan kecepatan tinggi sampai 54.000 gambar dalam perbedaan waktu satu menit untuk memilih dari videodisc.
c.     Tahan lama
d.     Disc sangat tahan sentuhan jari secara langsung akan mempengaruhi kualitas gambar proyektor seperti slide dan film strip.
e.     Kualitas gambar tinggi
f.      Kualitas gambar digital lebih baik dari gambar hasil photo dalam slide dan tidak layu dimakan waktu seperti gambar photograpi.
g.     Portable
h.     Mudah dibaca kemana dengan memasukkan ke dalam pembungkusnya.
i.      Mengurangi ruang penyimpanan
j.      Untuk menyimpan 67.580 slide dapat menampung 54.000 gambar masih dapat tertampung dalam1 CD.
Kelemahan gambar digital adalah
a.     Mahal dalam proses produksian pembuatan.
b.     Gambar digital dalam bentuk piringan komersial mahal dalam pemakaian dan pembuatan. Kamera digital dan bingkainya pembuatan visual secara individual, tapi perlengkapan ini lebih mahal dari peralatan photograpi dan mungkin bagi keuangan sekolah.
c.     Membutuhkan CD-DVD player dan proyektor
d.     Sama seperti slide, pantulan gambar digital memerlukan sebuah proyektor. Bagaimanapun perbandingan slide proyektor, peralatan digital cenderung lebih kompleks, lebih mahal dan lebih sulit dalam penggunaannya.
e.     Format menjadi usang
f.      Bentuk format laser disc pergeserannya sangat cepat sekali oleh CD-ROM dan DVD. Oleh karenanya perlu penambahan judul baru untuk penyesuaian.[22]
6.     Gambar Digital Proyeksi
http://unesa.info/tep/media/download/lcd.jpg
Gambar digital dapat ditunjukkan dengan menggunakan monitor komputer pribadi. Untuk penggunaan gambar sasaran kelompok, dapat menggunakan monitor televisi yanglebih besar, panel LCD dengan overhead proyektor.
Gambar didital proyeksi dirancang untuk penggunaan presentasi dengan perangkat lunak grafis, LCD (Liquit Crystal Display) menghasilkan gambar dari layar komputer. Cara kerja elektroniknya hampir sama dengan overhead transparansi. Sebuah saklar layar LCD dihubungkan ke dalam satu unit komputer. Dari sini gambar ditransformasikan ke dalam ruang pemroses data dengan intensitas yang tinggi. Sinar overhead proyektor dipancarkan melalui layar LCD. Gambar hasil proyeksi dapat dilihat melalui panel LCD.
Proyektor LCD memiliki perbedaan dalam unit pengoprasian dengan overhead proyektor. LCD proyektor gambar yang akan dipancarkan dapat berasal dari komputer, vedio player atau siaran televisi. Power point merupakan salah satu program yang sangat populer digunakan, karena mudah penggunaannya dan memiliki kekayaan warna.
Keunggulannya adalah:
a.     Pilihan Gambar.
Keunggulan utama dari gambar digital proyeksi adalah kemampuan menampilkan gejala sesuatu kedalam monitor komputer.
b.     Memiliki kapasitas yang luas dan besar.
Komputer dapat menyimpan hampir tidak terbatas gambar visual, pengguna hanya tinggal memanggil gambar yang dimaksud dengan menekan tombol tertentu.
c.     Interaktif.
Kapasitas yang luas dan kemudahan untuk menambah atau menyusun kembali gambar, menyebabkan alat ini sangat interaktif.
Keterbatasannya adalah
a.     Ruangan yang redup.
LCD akan berfungsi baik bila cahaya dalam ruangan tersebut lebih redup dari cahaya yang dihasilkan oleh LCD.
b.     Keterbacaan
Resulusi yang rendah dari LCD sangat cocok untuk ukuran kelompok kecil dan menengah. Guna kepentingan kelompok yang lebih besar, maka harus diubah format dan besaran yang akan diproyeksikan.
c.     Mahal.
Media ini relatif mahal bila dibandingkan dengan media lainnya. Disamping itu, pengoprasian alat ini juga relatif rumit. Sehingga dibutuhkan keterampilan tertentu untuk penggunaanya.
Dalam penggunakan atau memilih media proyeksi maupun non proyeksi yang akan digunakan dalam pembelajaran, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, yaitu :
a.     Kesesuaian dengan tujuan instrucsional.
b.     Ketersediaan media ditempat tersebut.
c.     Kemampuan human resourches dalam mengoprasionalkan media.
d.     Kemampuan/kesanggupan lembaga dalam menyediakan media yang dibutuhkan.
e.     Kesesuaian dengan lingkungan (budaya dan daya dukung lain).[23]


DAFTAR KEPUSTAKAAN
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002)
Arief S. Sadiman, Media Pendidikan. (Jakarta: Rajawali Press, 2009) h. 30
http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi, diakses 13 Desember 2010 jam 23.00
Rayandra Azyhar, Kreatif Pengembangan Media Pembelajaran. (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010)
Rudi Susilana dan Cepi Riana, Media Pembelajaran. (Bandung: CV Wacana Prima, 2008)


[1] Rayandra Azyhar, Kreatif Pengembangan Media Pembelajaran. (Jakarta: Gaung Persada Press, 2010) h. 63
[2] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002)
[3] Op.Cit, Rayandra Asyhar, h. 52
[4] Ibid, h. 64
[5] Ibid, h. 64-65
[6] Ibid, h. 67
[7] Ibid, h. 67
[8] Arief S. Sadiman, Media Pendidikan. (Jakarta: Rajawali Press, 2009) h. 30-31
[9] Ibid, h. 31
[10] Op.Cit. Rayandra Asyhar, h. 67-68
[11] Op.Cit. Arief S. Sadiman, h. 40
[12] Rudi Susilana dan Cepi Riana, Media Pembelajaran. (Bandung: CV Wacana Prima, 2008) h. 13
[13] Op.Cit, Rayandra Asyhar, h. 73
[14] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi
[15] Op.Cit,Rayandra Asyhar , h. 74
[16] Ibid, h. 75-76
[17] Ibid, h. 76
[18] Ibid, 76-78
[19] Ibid, 79
[20] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi
[21] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi
[22] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi
[23] http://unesa.info/tep/media/isi.php?autor=rudi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan yang terbaik dan konstruktif kearah yang lebih baik, terima kasih

Kasih sayang

https://soundcloud.com/user-998203906/editing-audio_b