Jumat, 30 April 2010

Teori-Teori Pembelajaran

By Supardi


A. LATAR BELAKANG
Pada hakekatnya Desain Pesan Pembelajaran adalah proses perumusan tujuan dan pengembangan isi/materi pembelajaran dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran. Desain pesan pembelajaran perlu dilakukan untuk memecahkan problem dalam pembelajaran atau memenuhi kebutuhan masyarakat.
Desain Pesan Pembelajaran memberikan ilustrasi, mengetahui bagaimana merencanakan dan mengembangkan tujuan serta materi pembelajaran. Pengembangan tujuan dan materi pembelajaran didasarkan pada teori belajar dan pembelajaran, teknologi informasi, berbagai landasan filosofis, dan hasil analisis sistematik.
Salah satu yang harus diketahui oleh Seorang Desainer pesan pembelajaran adalah Teori Pembelajaran. Oleh karena itulah penulis, mencoba membahas teori-teori pembelajaran dalam desain pesan pesan pembelajaran. Adapun pokok pembahasan adalah:
1. Konsepsi Teori
2. Fungsi teori dalam desain pesan pembelajaran
3. Perkembangan teori pembelajaran
B. PEMBAHASAN
1. KONSEPSI TEORI
Fakta melahirkan sebuah Konsep, hubungan antara konsep dengan konsep itulah sebuah Teori. Konsep adalah abstraksi dari fakta. Teori adalah seperangkat konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang memberikan, menjelaskan dan memprediksi penomena.
Ada dua macam teori, yaitu teori intuitif dan teori ilmiah. Teori Intuitif adalah teori yang dibangun berdasarkan pengalaman praktis. Sedangkan teori Ilmiah (teori Formal) adalah teori yang dibangun berdasarkan hasil-hasil penelitian. Guru lebih sering menggunakan teori jenis yang pertama
Teori memiliki dua ciri umum:
a. semua teori adalah abstraksi tentang sesuatu hal, yang berarti suatu teori bersifat terbatas.
b. Semua teori adalah konstruski ciptaan individual manusia. Oleh karena itu sifatnya relatif dalam arti tergantung pada cara pandang sipencipta teori, sifat dan aspek yang diamati, serta kondisi-kondisi lain yang mengikat seperti waktu, tempat dan lingkungan sekitarnya
2. FUNGSI TEORI DALAM DESAIN PEMBELAJARAN
Adapun fungsi teori adalah ini juga berlaku dalam pembelajaran, yakni:
a. Berguna sebagai kerangka kerja untuk melakukan penelitian atau mendesain pesan pembelajaran
Teori sangat berguna untuk kerangka kerja penelitian atau mendesain pesan pembelajaran, terutama untuk mencegah praktek-praktek pengumpulan data yang tidak memberikan sumbangan bagi pemahaman peristiwa.

b. Memberikan suatu kerangka kerja bagi pengorganisasian butir-butir informasi tertentu.
Semua teori belajar memenuhi fungsi ini. Dalam menjalankan fungsi ini teori dapat dijadikan acuan dan pedoman bagi pembelajar dalam melakukan aktivitasnya. Dengan memahami teori, pembelajar akan dapat melakukan pekerjaannya secara efisien dan efektif.

c. Identifikasi kejadian yang komplek
Teori dapat menjalankan fungsinya dalam mengatasi masalah-masalah pembelajaran melalui identifikasi kejadian yang komplek. Karena teori sering dapat mengungkapkan seluk beluk dan kerumitan peristiwa-peristiwa yang tampaknya sederhana.

d. Reorganisasi pengalaman-pengalaman sebelumnya
Fungsi teori yang keempat ini, erat kaitannya dengan upaya untuk menyusun kembali kepercayaan lama, terutama hal-hal penting yang ada manfaatnya bagi proses belajar di kelas.

e. Teori Sebagai Model Kerja
Disamping empat fungsi tersebut diatas, teori juga diharapkan dapat menjadi model kerja. Teori dapat dijadikan model kerja fenomena tertentu sampai diketemukannya teori baru.


3. PERKEMBANGAN TEORI PEMBELAJARAN

Belajar adalah suatu proses dimana organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Dimyati dan Mudjiono ; 1999) mengemukakan Siswa adalah penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Sedangkan Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaaan sumber balajar.
Menurut J. Brunner ( 1964) membuat perbedaan antara teori belajar dengan teori pembelajaran. Teori belajar adalah Deskriptif sedangkan teori pembelajaran adalah preskriptif. Teori Belajar mendeskripsikan adanya proses belajar. Sedangkan Teori Pembelajaran mempreskripsikan strategi atau metode pembelajaran yang optimal yang dapat mempermudah proses belajar.

Teori belajar adalah konsep-konsep dan prinsip-prinsip belajar yang bersifat teoritis dan telah teruji kebenarannya melalui eksperimen. Teori belajar itu berasal dari teori psikologi dan terutama menyangkut masalah situasi belajar. Sebagai salah satu cabang ilmu deskriptif, maka teori belajar berfungsi menjelaskan apa, mengapa dan bagaimana proses belajar terjadi pada si belajar. Karena para pakar psikologi mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda dalam menjelaskan apa, mengapa dan bagaimana belajar itu terjadi, maka menimbulkan beberapa teori belajar seperti teori behavioristik, kognitif, humanistik, sibernetik dan sebagianya.
Teori pembelajaran tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar dan berfungsi untuk memecahkan masalah praktis dalam pembelajaran. Oleh karena itu teori pembelajaran selalu akan mempersoalkan bagaimana prosedur pembelajaran yang efektif. Teori pembelajaran akan menjelaskan bagaimana menimbulkan pengalaman belajar dan bagaimana pula menilai dan memperbaiki metode dan teknik yang tepat
Keberadaan pembelajaran dalam arti pengajaran sebenarnya bersamaan dengan keberadaan profesi guru, yaitu sejak kedua konsep tersebut diakui keberadaannya oleh masyarakat. Pada waktu itu ilmu pendidikan masih bernaung dalam ilmu filsafat. Pada waktu itu yang dikembangkan oleh para filosof adalah pengetahuan tentang peranan guru, fungsi pikiran dan hakekat pengetahuan. Pengembangan yang mereka lakukan dengan mengajukan pertanyaan, apa pengetahuan itu, bagaimana asal mulanya? Jawaban pertanyaan itu akan menggiring secara sistematis mengenai pengetahuan belajar.
Salah satu pandangan tentang belajar dikemukakan oleh Plato (427-327 SM), ia (faham idealisme) melukiskan bahwa pikiran dan jiwa sebagai hal yang sifatnya dasar bagi segala sesuatu yang ada. Maka belajar dilukiskan sebagai pengembangan oleh pikiran berupa idea yang bersifat keturunan. Dari pandangan itu Plato mengenalkan konsep pembelajaran: “disiplin mental”. Teori disiplin mental menganggap bahwa dalam belajar mental siswa didisiplinkan atau dilatih. Belajar adalah mengembangkan diri dari kekuatan, kemampuan, dan potensi-potensi individu.
Seiring dengan perkembangan filsafat empirisme (realisme), yang mendewakan pengalaman, mempengaruhi munculnya psikologi empirisme. Psikologi empirisme menyatakan bahwa pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pengamatan indera bukan dari berpikir seperti yang dinyatakan oleh kaum rasionalisme.
Dengan psikologi empiris memunculkan teori psikologi unsur, teori daya, teori gestald dan sebagainya. Seiring dengan berkembangnya aliran empirisme para pengikut psikologi empirisme aktif melakukan eksperimen guna menguji dan mempertahankan teori-teorinya. Akhirnya teori-teori tersebut juga diterapkan dalam pendidikan sebagai prinsip pembelajaran..
Dalam pengembangan psikologi modern khususnya dibidang psikologi belajar muncul teori belajar behavioristik dengan tokoh Thorndike, Watson, Guthrie, Skinner dan lain-lain. Teori belajar behavioristik (Skinner) menimbulkan teori pembelajaran Pengajaran berprogram, Mastery learning. Pengembangan psikologi Gestald melahirkan teori belajar kognitif dengan tokoh Piaget, Brunner, Ausable dan lain-lain. Teori kognitif pun, menimbulkan teori pembelajaran seperti Pembelajaran konsep, Advance Organizer dan sebagainya.
Perkembangan teori belajar pada abad 21, ditandai munculnya teori konstrukivisme, yang menimbulkan teori pembelajaran baru seperti pembelajaran strategi kognitif, konstruktivisme dan belajar mandiri. Secara garis besar kejadian dibidang perkembangan teori belajar menunjukkan bahwa perkembangan teori pembelajaran berkaitan dengan perkembangan teori belajar.



C. PENUTUP

1. KESIMPULAN

Teori adalah Hubungan Konsep dengan konsep. Dimana Teori berfungsi sebagai:
- kerangka kerja untuk melakukan penelitian atau mendesain pesan pembelajaran
- Memberikan suatu kerangka kerja bagi pengorganisasian butir-butir informasi tertentu.
- Identifikasi kejadian yang komplek
- Reorganisasi pengalaman-pengalaman sebelumnya
- Teori Sebagai Model Kerja
Teori Pembelajaran mempreskripsikan strategi atau metode pembelajaran yang optimal yang dapat mempermudah proses belajar. Teori pembelajaran tidak menjelaskan bagaimana proses belajar terjadi, tetapi lebih merupakan implementasi prinsip-prinsip teori belajar dan berfungsi untuk memecahkan masalah praktis dalam pembelajaran. Perkembangan teori pembelajaran, seiring dengan perkembangan zaman.


2. SARAN

Dalam mendesain pesan pembelajaran seorang desainer perlu mengetahui teori pembelajaran. Agar dalam proses pembelajaran tercapai tujuan yang diharapkan.

Pada Akhir makalah ini, Penulis meyakini bahwa tulisan ini belumlah mencapai tingkat kesempurnaan dari yang diharapkan, untuk itu diharapkan kritik dan saran yang konstruk, dan semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman dan bagi penulis pada khususnya, amin.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono (1999). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Syaiful Sagala (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung: Alfabeta

Sukmadinata Syaodih Nana (1997). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya








Balas Teruskan supardi tidak bisa diajak chatting saat ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berikan yang terbaik dan konstruktif kearah yang lebih baik, terima kasih

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Share It

Windows Live Messenger + Facebook