Sabtu, 28 Juli 2012

Graphology: Mengalisis Tulisan Tangan

Manfaat Graphology Untuk Bisnis dan Karir:

Seorang pebisnis yang sedang menentukan mana partner bisnis yang paling jujur dan memiliki karakter yang sesuai dengan Anda? HRD Manager yang sedang melakukan perekrutan karyawan. Pebisnis yang terhindar dari "bad deal" ataupun partner bisnis yang tidak jujur dalam membangun bisnis.Anda memiliki alat "PEMBERI GAMBARAN AWAL" (bagai alat Rontgen) yang akurat sebelum bertemu dengan calon prospek, calon klien, calon rekan bisnis atau siapapun juga. 

Seorang Sales yang dengan mudah menjual produknya karena lebih mengenal karakter pembelinya. Anda akan merasa sangat beruntung karena selalu mampu memilih dengan penuh kontrol, orang-orang yang akan Anda jadikan sebagai anggota dari the winning team dalam perusahaan, ataupun kelompok anda. Mengungkap potensi diri Anda yang terpendam dalam hitungan detik. Pimpinan yang sedang menyelidiki siapa yang mencuri uang di kas perusahaan ataupun melakukan korupsi. Manfaat Graphology Untuk Sehari-Hari & Kesehatan: Orang tua yang mengalami kesulitan dalam mengarahkan bakat anaknya. Mengetahui kejujuran seseorang dengan cepat dan mudah. Mengetahui dan memahami karakter orang-orang di sekeliling Anda dalam sekejab. Mengetahui kondisi emosional dan mental anak Anda setiap saat dengan doodle test. 

Seorang sarjana yang sedang kebingungan dalam menentukan kariernya. Seorang Terapis/Psikolog yang ingin mengetahui akar permasalahan kliennya dengan cepat dan mudah. Dokter yang ingin mendapat informasi bagian tubuh mana yang bermasalah pada pasien yang sedang ditangani. Mendeteksi secara dini kemungkinan akan timbulnya sakit fisik yang mungkin selama ini terabaikan. 

Pelajari lebih lanjut mengenai Grapho For Success di: 

Mini Workshop Grapho For Success 
Tanggal :  Sabtu, 1 Sepetember 2012 
Tempat :  Jakarta 
Waktu  :  Sesi I (09.00-12.00 WIB ) atau 
               Sesi II (14.00-17.00 WIB) 

Your Master Trainer... 
Mr. Bayu Ludvianto, Ph.D. 
- Handwriting Analyst. 
- Grapho Detective and Graphology or Handwriting Analysis Master Trainer. 
- Vision Alignment Master Trainer. 
- Creator of "Holistic Purifying Method: an Easy and Holistic Way to Release Your Inner Blocks". 
- Handwriting Analysis, The McNichols-Nelson Graphology Institute, Inc. USA. 
- PhD, James Cook University, Australia 
- Post Doctoral Fellows, University of South Florida, St. Petersburg, USA. 
- Leadership and Cross Cultural Communication, LEAD International, China and Canada. 
- Effective Communication, LEAD International, China. 
- Reiki Personal Mastery, Yayasan Padmajaya, Indonesia. 
- Diamond Dowsing, Learning Strategies Corporation, USA.

Ketahui lebih lengkap disini.

Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar

Pedoman Memilih dan Menyusun Bahan Ajar
Berkenaan dengan pemilihan bahan ajar ini, secara umum masalah dimaksud meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran, dsb. Masalah lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar itu didapatkan. Ada kecenderungan sumber bahan ajar dititikberatkan pada buku. Padahal banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan. Bukupun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti seperti terjadi selama ini. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar.


untuk download selengkapnya.

6 (Enam) Karakteristik Peserta Didik


Enam karakteristik peserta didik yang merefleksikan kompleksitas dan potensi problemnya:
1.      Kelas adalah multidimensional. Kelas adalah setting untuk banyak aktivitas, mulai dari aktivitas akademik seperti membaca, menulis, dan matematika, sampai aktivitas sosial, seperti bermain, berkomunikasi dengan teman, dan berdebat. Guru harus mencatat jadwal dan membuat murid menuruti dengan jadwal. Tugas harus diberikan, dimonitor, dikoleksi, dan dievaluasi. Murid punya kebutuhan individu yang lebih mungkin dipenuhi jika guru mau memerhatikannya.
2.      Aktivitas terjadi secara simultan. Banyak aktivitas kelas terjadi secara silmutan. Satu klaster (cluster) murid mungkin mengejakan tugas menulis, yang lainnya mediskusikan suatu cerita bersama guru, dan murid lainnya mengerjakan tugas yang lain, dan yang lainnya lagi mungkin berbicara tentang apa yang akan mereka lakukan setelah kelas dan seterusnya.
3.      Hal-hal terjadi secara tepat. Kejadian sering kali terjadi di kelas dan membutuhkan respon yang cepat. Misalnya, dua murid berdebat tentang kepemilikan sebuah buku catatan; seorang murid mengeluh bahwa murid lain menyontek jawabannya, ada murid yang mendahului giliran, ada yang mencoret tangannya dengan pena, dua murid tiba-tiba bertengkar saling mengejek, atau murid bersikap kasar kepada anda.
4.      Kejadian sering kali tidak bisa diprediksi. Meskipun anda membuat rencana dengan hati-hati dan rapi, kemungkinan besar akan muncul kejadian diluar rencana: alarm kebakaran berbunyi, seorang murid sakit; dua murid berkelahi; komputer rusak; pertemuan tak terduga; pemanas rusak di musik dingin; dan sebagainya.
5.      Hanya ada sedikit privasi. Kelas adalah tempat publik dimana murid melihat guru mengatasi masalah, melihat kejadian tidak terduga, dan mengalami frustasi. Beberapa guru melaporkan bahwa mereka berada di “atas bara api” atau terus menerus diplototi. Apa-apa yang terjadi dalam diri satu murid dilihat oleh murid lain, dan murid lain membuat atribusi tentang apa yang terjadi. Dalam satu kasus, mereka mungkin memandang bahwa guru tidak adil dalam memberikan hukuman. Dalam kasus lain, mereka mungkin  mengapresiasi sensitivitas guru terhadap perasaan murid.
6.      Kelas punya sejarah. Murid punya kenangan tentang apa yang terjadi dikelas pada waktu dahulu. Mereka ingat bagaimana guru menangani perilaku yang bermasalah diawal tahun, dimana guru bersikap ilih kasih, dan bagaimana guru menepati janjinya. Karena masa lalu mempengaruhi masa depan, adalah penting bagi guru untuk mengelola kelas dengan cara yang mendukung ketimbang melemahkan pembelajaran esok harinya. Ini berarti bahwa minggu pertama tahun sekolah adalah penting untuk membangun  prinsip manajemen yang efektif.[1]


[1] John W. Santrock, Educational Psichology, 2ndEdition, alih bahasa Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana, 2007, hal. 555-556

Jumat, 27 Juli 2012

Rekapitulasi Nilai Mata Kulian Teknologi Pendidikan dan Komunikasi Pendidikan

Rekapitulasi Nilai Mahasiswa STAI SMQ Bangko Tahun Akademik 2011/2012 Mata Kulian Teknologi Pendidikan dan Komunikasi Pendidikan

Kasih sayang

https://soundcloud.com/user-998203906/editing-audio_b