Rabu, 01 Agustus 2012

PERBEDAAN ANTARA MODUL DAN BUKU


PERBEDAAN ANTARA MODUL DAN BUKU

Oleh:

Muhammad Nuzli



Mahasiswa

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PASCASARJANA UNIVERSITAS JAMBI
A.    Modul
Modul adalah satuan program pembelajaran yang terkecil, yang dapat dipelajari oleh mahasiswa sendiri secara perseorangan (self instructional) setelah mahasiswa menyelesaikan satu satuan dalam modul, selanjutnya mahasiswa dapat melangkah maju dan mempelajari satuan modul berikutnya.
Pembelajaran dengan menggunakan modul, merupakan strategi tertentu dalam menyelenggarakan pembelajaran individual. Modul pembelajaran, sebagaimana yang dikembangkan di Indonesia, merupakan suatu paket bahan pembelajaran (learning materials) yang memuat deskripsi tentang tujuan pembelajaran, lembaran petunjuk dosen yang menjelaskan cara mengajar yang efisien, bahan bacaan bagi mahasiswa, lembaran kunci jawaban pada lembar kertas kerja mahasiswa, dan alat-alat evaluasi pembelajaran.
Modul berisi :
1.     Judul Modul
Judul ini berisi tentang nama modul dari suatu mata kuliah tertentu.
2.     Petunjuk Umum
Memuat penjelasan tentang langkah-langkah yang akan ditempuh dalam perkuliahan, sebagai berikut :
a.     Kompetensi Dasar
b.    Pokok bahasan
c.     Indikator Pencapaian
d.    Referensi
Diisi petunjuk dosen tentang buku-buku referensi yang dipergunakan.
e.     Strategi Pembelajaran
Menjelaskan pendekatan, metode, langkah yang dipergunakan dalam proses pembelajaran.
f.     Lembar Kegiatan Pembelajaran
Petunjuk bagi mahasiswa untuk memahami langkah-langkah dan materi perkuliahan
g.    Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa setelah menyelesaikan pembelajaran satu modul. Evaluasi ini diberikan setelah pembelajaran berakhir (post test) berupa: tes benar-salah (true-false test), soal isian (essay test), tes pilihan ganda (multiple choice test), dan tugas-tugas lain.
3.     Materi Modul
Berisi penjelasan secara rinci tentang materi yang dikuliahkan pada setiap pertemuan
4.     Evaluasi Semester
Evaluasi ini terdiri dari tengah dan akhir semester dengan tujuan untuk mengukur kompetensi mahasiswa sesuai materi kuliah yang diberikan.

B.     BUKU
Buku adalah salah satu sumber bacaan, berfungsi sebagai sumber bahan ajar dalam bentuk materi cetak (printed material).
Secara umum buku dibedakan menjadi 4 jenis; yaitu:
1.     Buku sumber yaitu buku yang biasa dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap,
2.     Buku Bacaan, adalah buku yang hanya berfungsi untuk bahan bacaan saja, misalnya novel, cerita, legenda, dll,
3.     Buku Pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru atau pengajar dalam melakukan proses pengajaran
4.     Buku bahan ajar, yaitu buku ynag disusun, untuk proses pembelajaran, dan beisi bahan-bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan,

Dalam penusunan buku ada kode etik, aturan dan ketentuan yang mengatur, jadi begi para penyusun buku, buku apapaun itu, harus tunduk apda kenetuan yang berlaku, diataranya secara umu sebagai berikut;’
a.     Buku tidak boleh mengganggu ketentraman social,
b.    Buku tidak boleh menggangu unsure sara,
c.     Tidak boleh menjadi bahan prokontra antara beberapa etnis, golongan, ras, suku bangsa, budaya ataupun agama.
d.      Buku harus bisa dipertanggungjawabkan keberaannya,

Apakah Modul Itu
isi modul itu, umpamanya adanya tujuan yang jelas, rangkuman, serta latihan dan balikan. Menulis modul berarti mengajarkan isi modul itu melalui tulisan. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan bukan bahasa buku teks yang bersifat sangat resmi atau formal, melainkan bahasa setengah formal dan setengah lisan. Ketika menulis modul, penulis harus membayangkan bahwa seolah-olah ia sedang mengajak pembaca berbicara.
Dengan demikian, penulis diharapkan menggunakan bahasa yang berada di antara bahasa ... modul dipakai menunjuk pada suatu bahan ajar yang memiliki struktur yang khas, yang berbeda dengan bahan ajar lainnya, seperti bukuteks. Di samping dapat dibedakan dari strukturnya, modul juga dapat dibedakan dari waktu yang diperlukan untuk mempelajarinya. Sebuah modul dapat saja dirancang untuk selesai dipelajari hanya dalam waktu satu jam, atau sehari, atau seminggu, atau lebih tergantung pada keluasan topik yang dibicarakan. Cara apapun yang digunakan untuk menentukan sebuah modul, setiap m ... bukuteks. Di samping dapat dibedakan dari strukturnya, modul juga dapat dibedakan dari waktu yang diperlukan untuk mempelajarinya. Sebuah modul dapat saja dirancang untuk selesai dipelajari hanya dalam waktu satu jam, atau sehari, atau seminggu, atau lebih tergantung pada keluasan topik yang dibicarakan. Cara apapun yang digunakan untuk menentukan sebuah modul, setiap modul harus mengandung informasi yang utuh (self-contained). Penulisan modul harus berorientasi pada mahasiswa. Oleh karena istilah modul dipakai menunjuk pada suatu bahan ajar yang memiliki struktur yang khas, yang berbeda dengan bahan ajar lainnya, seperti bukuteks. Di samping dapat dibedakan dari strukturnya, modul juga dapat dibedakan dari waktu yang diperlukan untuk
Referensi:

Pengelompokan (Klasifikasi) Macam-Macam Media Pembelajaran


Klasifikasi Bermacam-macam Media Pembelajaran

Daftar kelompok media instruksional (Anderson 1976):

Kelompok media
Media Instruksional
1.         Audio
Pita audio (rol atau kaset)
Piringan audio
Radio (rekaman siaran)
II.     Cetak
Buku teks terprogram
Buku pegangan/manual
Buku tugas
III.    Audio-Cetak
Buku latihan dilengkapi kaset atau pita audio
Pita, gambar bahan (dilengkapi) dengan suara pita audio
IV.    Proyek visual diam
Film bingkai (slide)
Film rangkai (berisi pesan verbal)
VI.    Visual gerak
Film bisu dengan judul (caption)
VII. Visual gerak dengan audio
Film suara
Video
VIII.        Benda
Benda nyata
Model tiruan (mack ups)
IX.    Manusia dan sumber lingkungan

X.     Komputer
Program instruksional terkomputer (CAI)

Pengelompokan media dilhat dari segi perkembangan teknologi (Seels & Glasgow, 1990: 181-183)
1.    Pilihan media tradisional
a.       Visual diam yang diproyeksi
1)      Produksi opaque (tak-tembus pandang
2)      Proyeksi overhead
3)      Slides
4)      Filmstrip
b.      Visual yang tidak diproyeksi
1)      Gambar, poster
2)      Foto
3)      Chart, grafik, diagram
4)      Pameran, papan info, papan-bulu
c.       Audio
1)      Rekaman piringan
2)      Pita: kaset, reel, cartrige
d.      Penyajian multi media
1)      Slide plus suara (tipe)
2)      Multi-image
e.      Visual dinamis yang diproyeksi
1)      Film
2)      Televisi
3)      Video
f.        Cetak
1)      Buku teks
2)      Modul, teks program
3)      Workbook
4)      Majalah ilmiah
5)      Lembaran lepas (hand out)
g.       Permainan
1)      Teka-teki
2)      Simulasi
3)      Permainan papan
h.      Realita
1)      Model
2)      Specimen (contoh)
3)      Manipulatif (peta, boneka)
2.    Pilihan media teknologi mutakhir
a.       Media berbasis telekomunikasi
1)      Teleconference
2)      Kuliah jarak jauh
b.      Media berbasis mikroprosesor
1)      Computer Assitenced instruction
2)      Permainan komputer
3)      Sistem tutor intelejen
4)      Inteaktif
5)      Hypermedia
6)      Compact (video) disc

Senin, 30 Juli 2012

KIAT JITU UNTUK KECAKAPAN BELAJAR


Beberapa kiat jitu untuk (memperoleh) kecapakan kecil dalam belajar:[1]
1.      Ubah fakta kering menjadi fakta yang tak terlupakan (semenarik dan seasyik mungkin),
2.      Kemukakan (bicaralah dan bicarakanlah) cara Anda mendalami hal-hal masalah penting kepada seseorang,
3.      Bermainlah dengan masalah, buatlah eksperimen, amatilah dan buatlah catatan,
4.      Ubahlah setiap hal (masalah) yang tidak Anda pahami menjadi suatu masalah (yang Anda mengerti) dan pecahkan dengan kiat-kiat di atas,
5.      Jelaskan secara efektif pokok-pokok maslaah (hal-hal terpenting kepada seseorang yang lebih muda, pastikan kalian berdua memahami itu semua sekarang.


[1] Discoverying The Obvious, Beyond Teaching and Learning (terjemahan), Memadukan Quantum Teaching & Learning, Jakarta: Nuansa 57-63

Minggu, 29 Juli 2012

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

1.    Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a.    menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b.    mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c.    menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d.    menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2.    Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
a.    Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1)    melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2)    menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3)    memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4)    melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
5)    memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
b.    Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1)    membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2)    memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lainlain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3)    memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4)    memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5)    memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6)    memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7)    memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
8)    memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
9)    memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
c.    Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1)    memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2)    memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
3)    memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4)    memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a)    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengar menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b)    membantu menyelesaikan masalah;
c)    memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d)    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
e)    memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3.    Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a.    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
e.       menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

  • Referensi: Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah




Prinsip-prinsip Penyusunan RPP


Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
1.    Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
2.    Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
3.    Mengembangkan budaya membaca dan menulis
Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan
4.    Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
5.    Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
6.    Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

SEKILAS TENTANG KURIKULUM, SILABUS DAN RPP


SEKILAS TENTANG KURIKULUM, SILABUS DAN RPP

Kurikulum merupakan suatu dokumen tentang program pendidikan/pelatihan yang memberikan tujuan umum program dan tujuan umum setiap mata pelajaran yang dipersyaratkan di dalam kurikulum.
Silabus adalah penjabaran kurikulum ke dalam komponen-komponen kegiatan belajar dan mengajar pada setiap jenjang program pendidikan/pelatihan yang digariskan di dalam kurikulum secara runtut, rinci, dan operasional.
Perbedaan isi kurikulum dengan silabus
Berdasrkan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan.
Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk Ml, MTs, MA, dan MAK.
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah :
1.      Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.
2.      Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3.      Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.
4.      Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5.      Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6.      Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7.      Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar.
8.      Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.
9.      Kegiatan pembelajaran
a.       Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b.      Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c.       Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
10.  Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.
11.  Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.


Referensi
Susanto, 2008. Penyusunan Silabus dan RPP Berbasis Visi KTSP, Surabaya: Mata Pena
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

PENJABARAN KOMPETENSI DASAR (INDIKATOR PEMBELAJARAN)


PENJABARAN KOMPETENSI DASAR
(INDIKATOR PEMBELAJARAN)

Langkah-langkah yang dilakukan untuk penjabaran Kompetensi Dasar (KD) yang dimaksud.
1.      Buat diagram pohon sesuai dengan kebutuhan

2.      Tulis rumusan KD di kotak teratas

3.      Kajilah KD tersebut untuk mengidentifikasi indikatornya


4.      Kajilah apakah semua indikator tersebut telah merepresentasikan KD-nya, dan apabila belum lakukan analisis lanjutan[1]


[1] Susanto, Penyusunan Silabus dan RPP Berbasis Visi KTSP, Surabaya: Mata Pena, 2008, hal. 45-60

Kasih sayang

https://soundcloud.com/user-998203906/editing-audio_b